Ada banyak jenis pena yang bisa digunakan untuk melakukan penintaan pada proses pembuatan komik. Asalkan berwarna hitam atau gelap, sebenarnya semua bisa digunakan, tetapi tentu hasil goresan tiap-tiap pena dan ukuran ketebalan garisnya berbeda. Wah,,, aku bingung juga dengan yang namanya pena,,, sebab jenisnya kan buanyak banget, mereknya juga bejibun...
Tapi ya sudahlah, biar jelas aku kasih ilustrasi gambar (foto) aja. Aku golongkan semampuku, nama-nama penanya juga aku sendiri ga begitu yakin bener, jadi tolong koreksi kalo salah ya.. Namanya juga sama-sama belajar...
Pen/pena, Marker, Drawing Pen, Technical Pen, Gel pen dll.
Pena-pena ini sering digunakan dalam pembuatan komik. Garis yang dihasilkan stabil atau memiliki ketebalan yang konstan. Biasanya terdiri dari 0,1 mm, 0,3 mm, 0,5 dan seterusnya sampai 1 mm.
Pena jenis ini biasanya digunakan untuk membuat gambar benda-benda yang simetris dan mempunyai bentuk yang kaku dan tetap seperti perabotan rumah, alat-alat kerja, panel (kotak-kotak) komik, garis gerak dan bisa juga digunakan untuk mengarsir untuk mata pena dengan diameter kecil. (lihat contoh gambar berikut...)

Dilihat dari isi tintanya pena ini ada dua jenis. Pertama pena dengan tinta yang disimpan dalam tabung atau busa berbentuk silinder. Hanya dapat digunakan dalam sekali pake, begitu tinta habis ya buang. Harganya relative murah dan mudah ditemukan di manapun dengan berbagai ukuran dan warna tinta. Tentu untuk membuat komik menggunakan warna hitam.
Yang kedua pena dengan tinta yang bisa diisi ulang. Mereknya bermacam-macam, ada yang murah ada juga yang mahal. Untuk Technical Pen isi ulang merek "rotring" dan "staedler" memiliki kualitas garis yang baik, tapi terlalu mahal untuk pembuatan komik. Pena tersebut biasanya digunakan oleh arsitek atau desainer, baik perancangan bangunan, konstruksi, interior dan eksterior maupun desain produk, yang nota bene membutuhkan kepresisian dan kerapihan yang tinggi. Lupakan saja laaaah,,, sebagai gantinya gunakan pena isi ulang yang ini (lihat foto 4). Aku sendiri nggak tahu namanya, padahal sejak kecil sering memakainya...
Tapi hati-hati dengan pena jenis ini, sebab tintanya mudah "mblobor". Karena itu pilih beberapa merek tinta yang anti air dan tidak berubah warna menjadi kemerahan jika sudah lama. Karena Indonesia iklimnya tropis, kadang cuaca panas membuat tangan keringetan dan gambar yang sudah ditinta jadi kotor kena campuran tinta dan keringat. Juga jangan mengisinya dengan tinta bak (tinta cina) karena walaupun tahan air tapi mudah mengental dan pena jadi sering mampet, jadi tinta ini kayaknya bagus digunakan dengan pena celup atau kuas. Paling bagus sih tinta yang memang dibuat khusus untuk ngomik.
Salam Ngomik,
Prangg RN